Welcome GKI Taman Cibunut
Jl. Van Deventer No.11, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
About Us....Jl. Van Deventer No.11, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
About Us....Hari Minggu ini disebut hari Minggu Transfigurasi. Transfigurasi artinya: perubahan bentuk atau rupa. Maksudnya adalah perubahan rupa Tuhan Yesus dimana wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan jubah-Nya putih berkilauan (Mat. 17:2). Minggu Transfigurasi adalah Minggu terakhir sebelum dimulainya Minggu-minggu Pra-Paskah. Minggu-minggu Pra-Paskah dimulai dari Rabu Abu (tgl. 18 Februari 2026). Apa yang menjadi pesan Firman Tuhan di Minggu Transfigurasi ini? Paling tidak ada 3 hal yang perlu kita hayati. Pertama, Yesus yang menderita, mati, dan bangkit adalah Yesus yang penuh kemuliaan. Enam hari sebelum Transfigurasi Tuhan Yesus, Tuhan Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan, dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga (Mat. 16:21). Pemberitahuan Tuhan Yesus ini mengejutkan para murid. Karena para murid tidak membayangkan bahwa Guru-nya akan mengalami penderitaan dan dibunuh. Para murid tidak rela Guru-nya akan mengalami seperti itu. Maka Petrus yang mewakili para murid memprotes Tuhan Yesus supaya Tuhan Yesus tidak mati dibunuh (Mat. 16:22). Tapi pikiran Petrus berbeda dengan pikiran Tuhan Yesus. Bagi Tuhan Yesus, memang sudah menjadi rencana Allah bahwa Ia harus mengalami penderitaan, kematian, dan kebangkitan untuk menyelamatkan manusia. Kematian Tuhan Yesus bukanlah tanda kekalahan, melainkan memang rencana Allah. Maka para murid (Petrus, Yakobus, Yohanes) diajak Tuhan Yesus naik ke atas gunung untuk menyaksikan bahwa sebenarnya Tuhan Yesus adalah Anak Allah yang penuh kemuliaan, yang digambarkan dengan transfigurasi Tuhan Yesus. Kedua, Yesus yang dimuliakan adalah Anak Allah yang harus kita dengarkan. Pada saat Tuhan Yesus berubah rupa, terdengar suara dari Surga: “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah aku berkenan, dengarkanlah Dia.”(Mat. 17:5). Tuhan Yesus disebut Anak Allah yang terkasih. Dalam Kamus Alkitab, Yesus disebut Anak Allah karena Ia berasal dari Allah, memiliki hubungan yang unik dengan Allah, dan taat melakukan kehendak-Nya. Dengan kata lain, Yesus adalah penyataan diri Allah sepenuhnya kepada manusia. Siapa yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa (Yoh. 14:9). Karena Yesus adalah penyataan diri Allah sepenuhnya, maka kata-kata Tuhan Yesus harus kita dengarkan untuk kita lakukan. Maka bagi kita sekarang ini, mendengarkan dan melakukan kata-kata dan kehendak Tuhan Yesus adalah sama dengan wujud ketaatan kita kepada Allah Bapa. Ketiga, pengalaman spiritual berjumpa dengan Tuhan Yesus akan meneguhkan iman dan kehidupan kita sehari-hari. Dalam Alkitab, gunung seringkali digambarkan sebagai tempat Allah menyatakan diri (Bandingkan dengan cerita Musa berjumpa dengan Allah di gunung Sinai, Keluaran 24). Petrus, Yakobus, dan Yohanes diajak Tuhan Yesus untuk naik ke sebuah gunung yang tinggi. Ungkapan ini mau menggambarkan suatu pengalaman spiritual perjumpaan ketiga murid dengan Allah. Dimana diatas gunung itu Allah menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang harus didengarkan. Tentu pengalaman spiritual ketiga murid ini sungguh pengalaman yang menakutkan sekaligus mengagumkan (bhs. Latin: tremendum et fascinosum). Pada saat yang sama, Tuhan Yesus mengingatkan para murid bahwa mereka tidak boleh terhanyut dalam pengalaman yang menakutkan sekaligus mengagumkan itu terus menerus. Mereka tidak boleh diatas gunung terus menerus. Mereka harus turun gunung untuk kembali dalam kehidupan sehari-hari mereka. Namun kini hati mereka telah berubah. Setelah mengalami perjumpaan dengan Allah dan Yesus yang berubah rupa, hati mereka semakin teguh dan mantap untuk menjalani kehidupan sehari-hari sebagai murid Tuhan Yesus. Kita mungkin tidak mempunyai pengalaman spiritual yang luar biasa seperti ketiga murid tersebut. Tapi sebagai orang beriman tentu kita juga mempunyai pengalaman-pengalaman bersekutu dan berjumpa dengan Allah. Melalui doa-doa kita, ibadah, persekutuan, saat teduh, pengalaman campur tangan Tuhan, dsb. Pengalaman-pengalaman itu baik, tapi kita tidak boleh berhenti disitu. Pengalaman-pengalaman spiritual yang kita alami, kiranya bisa menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pengalaman-pengalaman tersebut kiranya meneguhkan dan memperkuat iman kita, untuk selanjutnya memantapkan kita untuk melakukan tanggung jawab kita sehari-hari sebagai murid Tuhan Yesus yang sejati. Amin!
Sejumlah orang Belanda beraliran Gereformeerde bermukim di Bandung dan membentuk jemaat dewasa di Naripanweg 11 pada tanggal 1 Februari 1916 oleh jemaat induk Christelijke Gereformeerde Kerk te Batavia (Jemaat Kwitang Belanda). Itulah awal hadirnya De Gereformeerde Kerk van Bandoeng, dengan pendeta konsulen Pdt. H. A. van Andel dari Solo sampai Pdt. Dr. J. H. Bavinck dipanggil menjadi pendetanya. Beliaulah yang pada tanggal 18 Juli 1921 meletakkan batu pertama pembangunan gedung gereja di van Deventerweg 15 (kini no. 11) dan meresmikannya pada tanggal 23 Desember 1921. Beliau melukiskan jemaat ini sebagai jemaat yang dikelilingi Tuhan sebagaimana gunung-gunung mengelilingi kota Yerusalem (Mazmur 125 : 2). Gambaran ayat ini tercantum pada cap gereja yang digunakan hingga tahun 1987.
Para pendeta berkebangsaan Belanda silih berganti menggembalakan jemaat, yang konon pernah berjumlah sekitar 900 orang ini. .....Lebih Detail....!