Welcome GKI Taman Cibunut

Jl. Van Deventer No.11, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112

About Us....

Renungan Minggu Ini

Perjalanan Keselamatan Adalah Rumah

Bacaan I: Kisah Para Rasul 7:55-60 | Antar Bacaan: Mazmur 31:1-5,15-16 Bacaan II: 1 Petrus 2:2-10 | Bacaan Injil: Yohanes 14:1-14

Pdt. Em. Welmintje Naomi

Banyak penafsir menjelaskan Yesus adalah mediator, perantara antara Allah dan manusia. Dan Allah merupakan tujuan dari jalan tsb. Artinya melalui Yesus kita akan tiba di rumah sang Bapa di surga. Misalkan, kita mengikuti sebuah jalan menuju ke sebuah gedung. Ketika tiba di depan gedung dan mau memasuki gedung itu maka kita harus meninggalkan jalan di belakang kita itu dan melangkah memasuki gedung tsb. Jalan itu adalah alat yang memungkinkan kita mencapai gedung tersebut. Yesus bukan sekadar alat untuk mencapai tujuan rumah Bapa. Yesus bukan hanya jalan tetapi sekaligus juga adalah tujuan itu sendiri. The journey is home. Kata Yesus,”Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal (monai dalam Bahasa Yunani). Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat (topos) bagimu”. Topos merujuk pada lokasi spasial. Monai berbicara tentang area relasional, antara Bapa dan Sang Jalan. Kata monai (akar kata monen atau mone) artinya berdiam, tinggal, atau dwelling (Bahasa Inggris). Ini bukan hanya menitikberatkan perjalanan rohani menuju sorga saja tetapi juga perjalanan selama tinggal di bumi di sini dan kini. Sang jalan bukan hanya meyelamatkan manusia saja tetapi seluruh ciptaan. Kata rumah (oikos) dalam 1 Petrus 2:2-10, dipahami sebagai bumi adalah rumah bersama seluruh ciptaan, yang menghadirkan solidaritas yang kuat, bukan banya umat beriman tetapi juga dengan seluruh ciptaan. Dalam teologi ada gagasan perikhoresis artinya saling tinggal dan memberi ruang .Dalam persekutuan perikhoresis ini sang jalan dan sang rumah menyatu sehingga manusia diundang untuk berpartisipasi dalam karya keselamatan bagi seluruh ciptaan. Kata monai sebagai kehadiran Allah tidak hanya terbatas di masa depan pada sorga tetapi juga di dunia yang merupakan tempat tinggal imanensi ilahi. Ini berarti, perjalanan keselamatan tidak hanya sekadar meninggalkan dunia ini, tetapi selama kita hidup ikut berpatisipasi dalam pemulihan ciptaan. Kata Yesus Akulah jalan (hodos) menjadi jalan inkarnasional, yakni terwujud secara aktif dan relasional antara Allah, manusia dan seluruh ciptaan. Hidup mempercayai Yesus sebagai “jalan” yang menunjukkan model, teladan hidup di tengah dunia dan bukan jalan yang destruktif, eksploitatif dan dominatif yang sudah menyebabkan krisis lingkungan. “Kebenaran” (aletheia) yang melaluinya segala sesuatu diciptakan (Yoh 1:3). “Kehidupan” (zoe) yakni kita meyakini bahwa segala sesuatu saling terhubung dan penuh kelimpahan. Kristus sumber kehidupan, Dia menopang bumi ini sebagai rumah kediaman bersama yang mengalami kepenuhan ilahi . Mari kita menjalani kehidupan ini dengan hati seluas mungkin memeluk semua ciptaanNya dengan cinta dan karya. Amin

Para Pengerja - Jadwal Ibadah

Para Pengerja

  • Pdt. Nathaniel Valentino Saleky

Kebaktian Umum

  • Kebaktian Umum Pkl. 07.00
  • Kebaktian Umum Pkl. 09.30
  • Kebaktian Umum Pkl. 17.00

Kebaktian Anak

  • Kebaktian Komisi Anak kelas sekolah Minggu pkl. 07.00
  • Kebaktian Komisi Anak kelas sekolah Minggu pkl. 09.30
  • Kebaktian Komisi Anak kelas Tunas Remaja pkl. 09.30

Kebaktian Remaja

  • Kebaktian Gabungan Remaja-Pemuda Pkl. 09.30

Kebaktian Pemuda

  • Kebaktian Gabungan Remaja-Pemuda Pkl. 09.30

Kebaktian Bajem Rancaekek

  • Kebaktian Umum Pkl. 09.30 (Mg 2 & Mg 4)

Tentang Kami

Tentang kami

Sejarah GKI Taman Cibunut

Sejumlah orang Belanda beraliran Gereformeerde bermukim di Bandung dan membentuk jemaat dewasa di Naripanweg 11 pada tanggal 1 Februari 1916 oleh jemaat induk Christelijke Gereformeerde Kerk te Batavia (Jemaat Kwitang Belanda). Itulah awal hadirnya De Gereformeerde Kerk van Bandoeng, dengan pendeta konsulen Pdt. H. A. van Andel dari Solo sampai Pdt. Dr. J. H. Bavinck dipanggil menjadi pendetanya. Beliaulah yang pada tanggal 18 Juli 1921 meletakkan batu pertama pembangunan gedung gereja di van Deventerweg 15 (kini no. 11) dan meresmikannya pada tanggal 23 Desember 1921. Beliau melukiskan jemaat ini sebagai jemaat yang dikelilingi Tuhan sebagaimana gunung-gunung mengelilingi kota Yerusalem (Mazmur 125 : 2). Gambaran ayat ini tercantum pada cap gereja yang digunakan hingga tahun 1987.

Para pendeta berkebangsaan Belanda silih berganti menggembalakan jemaat, yang konon pernah berjumlah sekitar 900 orang ini. .....Lebih Detail....!

New Event

01-06-2025

No Event

Instalasi Biopori

30-05-2025

No Event

Workshop Penanganan Sampah

08-03-2026

No Event

Ibadah Ekspresif Rutin

20-07-2024

No Event

Enliven! KRKP: Commitees